Harga Bitcoin kembali mencatat penurunan tajam dan sempat berada di kisaran 59.100 dollar AS pada Jumat (5/6/2026). Level tersebut menjadi titik terendah yang dicapai aset kripto terbesar di dunia itu sejak Oktober 2024.
Sepanjang tahun 2026, Bitcoin terus bergerak dalam tren pelemahan. Jika dibandingkan dengan puncak harga yang pernah mencapai lebih dari 126.000 dollar AS pada Oktober 2025, nilai Bitcoin kini telah terkoreksi lebih dari separuhnya.
Penurunan harga yang terjadi dalam waktu singkat memicu gelombang likuidasi di pasar kripto. Data menunjukkan total posisi investor yang terlikuidasi mencapai sekitar 549 juta dollar AS dalam sehari, dengan mayoritas berasal dari posisi beli yang terpaksa ditutup akibat anjloknya harga.
Tekanan terhadap Bitcoin juga dipengaruhi oleh keluarnya dana dari produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Dalam beberapa pekan terakhir, ETF tersebut mengalami arus keluar dana yang cukup besar dengan nilai kumulatif mendekati 5 miliar dollar AS.
Selain itu, laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan turut memengaruhi pergerakan pasar. Bertambahnya jumlah lapangan kerja baru memunculkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk periode yang lebih lama, sehingga mengurangi minat investor terhadap aset berisiko seperti kripto.
Di sisi lain, berkembang pesatnya industri kecerdasan buatan juga disebut menjadi faktor yang mengalihkan perhatian investor. Sejumlah perusahaan AI besar tengah menarik minat pasar dan menyerap aliran modal dalam jumlah besar, sehingga sebagian dana yang sebelumnya masuk ke aset digital beralih ke sektor tersebut.
Meskipun harga Bitcoin mengalami tekanan signifikan, sejumlah pengamat menilai kondisi pasar masih relatif terkendali. Data blockchain menunjukkan belum adanya aksi jual besar-besaran dari investor jangka panjang yang biasanya menjadi indikator kepanikan pasar.
Saat ini, pelaku pasar terus mengamati level psikologis 60.000 dollar AS. Apabila tekanan jual berlanjut dalam beberapa waktu ke depan, Bitcoin berpotensi kembali menguji area harga yang lebih rendah, termasuk di kisaran 50.000 dollar AS.